kodeku
Jumat, 13 Januari 2012
Senandung dua Nurani
@@ Senandung malam di persimpangan @@
Membisu dalam hening
Tiada gelora netramu
Kobar pun raib dalam tatapan
Hingga mendekam atma di diam
Kita membisu dalam sesungging senyum
Tiada patahan kata tersemat antara rayu
Dalam syukur tiada henti tercurah
Kala mendung tlah berarak
Mengekor bias mentari
Pun hangatnya mengayam senyum
Dalam kalbu jua dalam katup
Entah terkubur nestapa jika ia (hati)
Tlah tenangkan lakunya
Undakan pijak ada pada
Padang pusara terkuak dari gelap
Melintang bebunga kamboja
Kita membisu dalam sesungging senyum
Melempar aksara sajak di balik getar dan gentar
Mengubur tingginya ancala impian dalam malam
Membisu dalam hening
Menyimak warta tersirat bayu semesta
Mungkin kita harus berpisah sebelum sua
Sebab keranda mengintip di balik jeruji waktu-Mu
Semusim kita bercumbu dengan impian mengangkasa
Di terik fajar esok mungkin kita mesti berbenah
Dari cengkraman nikmat imaji yang membungkam gerak
Sajak melintas pendaran gigir-Mu
Munajatkan tegar atma menggulung waktu-Mu
Dan tetap dalam pijakan di titian sirat-Mu...
Tuk mengitari seisi dunia
Sebelum hidup di akhiratNYA kelak
Ya Rochman...
Hanya engkaulah maha pemurah
Ya Rochim ....
Hanya engkaulah maha pengasih
Dari kerdilnya ragaku
Ya..., muhid...
Dekap Munajat dalam ijabah-MU
:::: kolaborasi 2 Nurani ::::
@@> Senandung Buat Ilalang Sunyi
@@> Sekeping Hati To Dilla
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar